J U S T - F O R - C L I K
hanya untuk di klik saja...
"Enaknya jadi pengantin"

Tidak terasa waktu meminta diri untuk menyelami arti hidup dan kehidupan, bukan lagi menjadi diri yang sepi sendiri tapi kini ada yang menemani, seiring bergantinya status. Ya kini saya telah menikah dengan seseorang yang teramat istimewa, yang Dia pilihkan untukku, membersamai langkahku hingga kakek nenek bahkan sampai akhirat kelak (amieen).

Mungkin sedikit banyak perubahan status ini, menjadikan gaya bicara, gaya tulisan, dan pembahasan juga nantinya berubah. Ya maklum, namanya juga sudah Bapak-bapak.hehehe


Menikah itu bukan untuk menyempurnakan, tapi ikhlas menerima kekurangan.

Menikah bukan untuk menanti diberi, tapi saling member idan Menikah itu bukan untuk melengkapi, tapi saling mengisi di kala dekat, saling menjaga kehormatan dikala jauh, saling menghibur dikala duka, saling mengingatkan dikala bahagia, saling mendoakan dalam kebaikan dan saling menghargai prinsip serta ego kita.

Jadi teringat oleh sebuah pesan dari eyang kakung “mbah parjo” yang jauh-jauh datang kepernikahan kami, cuman hanya untuk merestui dan memberi pesan buat kami berdua. kira-kira begini pesan nya: “piye le,seneng po orak dadi nganten anyar.? Tapi eling ojo seneng dadi nganten” tadinya sih aku binggung dengan pesan eyangku. tapi setelah kami telaah makna dari sebuah pesan tersebut ternyata begini to “gimana nak,senang ndak jadi penganten baru,tapi inget jangan suka jadi penganten loh” hahaa…bisa saja eyang ini. Bukanya perkawinan sekali dalam seumur hidup. Menyesal terhadap pasangan kita berarti kita telah melawan kehendak dan rencana yang Tuhan sudah tetapkan. Oleh karena itu, dasar dalam membangun rumah tangga itu haruslah benar-benar kuat. Untuk itu kami mohon doa restunya agar kami dapat membina keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah... Amin