J U S T - F O R - C L I K
hanya untuk di klik saja...
Marhaban ya Ramadhan
Selamat datang bulan suci Ramadhan. Bulan terbaik dari semua bulan. Bulan keagungan yang penuh hikmah, berkah, rahmah dan ampunan.

Semoga kita semua menjadi pemenang dalam peperangan ini. Diterima segala amal ibadah kita dan dihapuskan segala dosa dan kesalahan. Kembali ke fitrah sebagai manusia khalifah di muka bumi.

Saya dan keluarga memohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan khilaf, lisan maupun tulisan, disengaja ataupun tidak. Insya Allah kami juga sudah memaafkan segala ganjalan, berat hati dan kesalahan yang dilakukan kepada kami. Mudah-mudahan kita semua memasuki bulan Ramadhan ini dengan hati bersih, lapang dan ikhlas.Amin

Marhaban ya Ramadhan
Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1429 H

Dugderan menyambut bulan puasa
Dugderan di saat keramaian pasar malam ini telah menjadi kekayaan tradisi budaya lokal yang diharapkan bisa menjadi aset wisata. Bedanya, tahun ini dugderan ada di dua tempat, yakni jalan tembus Masjid Agung Jateng (MAJT) di jalan arteri Soekarno-Hatta dan jalan sekitar Masjid Agung Kauman.
Sampe saat ini panitia Dugderan selalu tidak mengendahkan Keselamatan,Kenyamanan dari pengunjung. seperti contoh penataan parkir yang kian semrawut menjadi salah satu kenyamanan dalam berkunjung ke tempat dugderan saat ini.dan masih banyak lagi..
semoga hal ini bisa menjadi koreksi untuk panitia dugderan.semoga dugderan kedepan lebih baik dari yang sekarang. memang selama dua tahun lalu, dugderan ini dilaksanakan di Polder Tawang. Sementara menilik sejarahnya, dugderan pertama kali di selenggarakan di lingkungan Masjid Agung Kauman. Masa itu warga masyarakat berduyun-duyun ke masjid untuk mendengar pengumuman waktu masuknya Ramadan. Sebagai penanda dipakailah bunyi beduk Masjid, dug dug dug, dan letupan meriam/petasan, der der der. Tradisi itu kemudian memunculkan istilah dugder.

"seindah tatapan matamu"
Rentang sang waktu berjalan
Meniti sekelumit hari menari
Jejak-jejak sang petualang mimpi
Menurut sertakan lembut lembayung harap

Selembut hati mu sang awan berarak mega
Seindah tatapan matamu sang langit membuka cahya
Sesyahdu belaianmu senja beranjak dari petang
Setenang dekapanmu malam bertabur bintang perak




semua itu hanya untukmu..
Terkadang ku bersabar
Karena ku mencintaimu
Terkadang ku ungkapkan rasa kecewa
Karena aku tak tahan lagi

Selama ini aku percaya padamu
Selama ini aku setia padamu
Namun semua itu berbalaskan dusta
Menyakitkan menusuk hatiku


Tiada yang bisa membuatku bahagia
Selain melihat senyummu merekah
Kan ku lakukan semua untukmu
Dan ku buang rasa kecewaku

Setiaku tak kan berkurang
Cinta kasihku padamu tak kan pernah hilang
Biarlah masa lalu itu menjadi kenangan
Panutan hidup untuk masa depan