Dugderan menyambut bulan puasa

0 komentar
Dugderan di saat keramaian pasar malam ini telah menjadi kekayaan tradisi budaya lokal yang diharapkan bisa menjadi aset wisata. Bedanya, tahun ini dugderan ada di dua tempat, yakni jalan tembus Masjid Agung Jateng (MAJT) di jalan arteri Soekarno-Hatta dan jalan sekitar Masjid Agung Kauman.
Sampe saat ini panitia Dugderan selalu tidak mengendahkan Keselamatan,Kenyamanan dari pengunjung. seperti contoh penataan parkir yang kian semrawut menjadi salah satu kenyamanan dalam berkunjung ke tempat dugderan saat ini.dan masih banyak lagi..
semoga hal ini bisa menjadi koreksi untuk panitia dugderan.semoga dugderan kedepan lebih baik dari yang sekarang. memang selama dua tahun lalu, dugderan ini dilaksanakan di Polder Tawang. Sementara menilik sejarahnya, dugderan pertama kali di selenggarakan di lingkungan Masjid Agung Kauman. Masa itu warga masyarakat berduyun-duyun ke masjid untuk mendengar pengumuman waktu masuknya Ramadan. Sebagai penanda dipakailah bunyi beduk Masjid, dug dug dug, dan letupan meriam/petasan, der der der. Tradisi itu kemudian memunculkan istilah dugder.

If you like this post, please share it!
Digg it StumbleUpon del.icio.us Google Yahoo! reddit

No Response to "Dugderan menyambut bulan puasa"